Jumat, 05 Mei 2023

3 Cara Untuk Mengatasi Grogi Saat Public Speaking

BANYAK ORANG YANG NGGAK TAU!๐Ÿ˜ฑ

Kamu pernah nggak waktu mau presentasi eh tiba-tiba pas udah di depan malah jadi gugup, grogi, bahkan gemeteran dipaksain ngomong suaranya malah kaya mau nangis, padahal dirumah udah latihan๐Ÿ˜ญ 

Kalau kamu pernah ngalamin, kamu nggak sendirian kok aku juga sama. Tapi itu duluu, kasus yang tadi merupakan hal yang wajar dan kita harus dapat mengendalikan / mengatasinya.

Tapi aku nggak tau, caranya bagaimanaa?


Nah, ini dia 3 cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi grogi saat Public Speaking

Yang pertama, coba untuk berpikir positif, hilangkan sejenak pikiran-pikiran negatif. Kita harus yakin bahwa kita dapat berbicara dengan lancar di depan. Daripada berpikir "Saya merasa grogi" lebih baik berpikir "Saya bisa menyampaikan materi dengan kondisi hati dan pikiran saya yang tenang, sehingga saya dapat membawakan presentasi dengan baik dan audiens merasa puas". Secara tidak langsung cara ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri kita juga lohh๐Ÿ˜

Yang kedua, coba untuk bersikap tenang / relax. Ketika muncul rasa gugup dan grogi lakukan ini, yaitu merilekskan tubuh dengan cara tarik napas dari hidung kemudian keluarkan dari mulut secara perlahan. Ulangi terus sampai kita merasa tenang yaaa.

Yang ketiga, coba untuk tersenyum. Terdengar klasik tapi banyak manfaatnya loh dari tersenyum ini. Tersenyum itu dapat memperbaiki suasana hati, padahal tersenyum merupakan cara termurah bahkan termudah. Eitss, tidak hanya ituDengan tersenyum kita dapat memberikan energi positif bagi audiens, dan melepaskan hormon endorfin yang membuat kita merasa lebih baik. Bahkan, menurut penelitian senyum itu membutuhkan otot yang jauh lebih sedikit daripada cemberut. Senyum membutuhkan 17 otot, sedangkan cemberut membutuhkan 43 otot. Dan ingat, bahwa ketika tersenyum secara otomatis wajah kita akan terasa relax. Dan  rasa relax ini lah yang selanjutnya akan membuat diri kita lebih nyaman saat Public Speaking.

Jadi bagaimana saat Public Speaking lebih baik tersenyum, atau cemberut?๐Ÿ˜€

Sekarang kamu udah tahu kan caranyaaa.

So, itu dia 3 cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi grogi saat Public Speaking yaitu (Berpikir positif, bersikap tenang / relax, dan tersenyum). 

Sebenarnya masih banyak cara untuk mengatasinya, kalau menurut versi kamu bagaimana? Boleh kita sharing yaa. . .





Sabtu, 15 April 2023

3 Hal Yang Mendasari Teknik Skill Komunikasi Dalam Public Speaking

Jika kamu diberikan sebuah pertanyaan. Menurut kamu manakah diantara ini yang merupakan kontribusi paling tinggi untuk Skill Komunikasi dalam Public Speaking. Pilihan jawaban nya ada:

a. Vocal

b. Penggunaan kata-kata

c. Body Language

Jika kamu menjawab Vocal dan Penggunaan kata- kata. Maka jawaban kamu kurang tepat.☹



Tapi, jika kamu menjawab Body Language. Congratulation! Jawaban kamu sudah tepat. Yeyyy. . .๐Ÿฅณ 


Lah, ko menjawab Vocal sama Penggunaan kata-kata kurang tepat๐Ÿ˜’. Bukannya kalau kita berbicara harus pokus dengan kata-kata yang ingin disampaikan. Dan penggunaan Vocal juga harus jelas dalam melakukan Public Speaking?

Oke, sebelum lanjut kita bahas dulu kali yaa. Sebenarnya apasih yang dimaksud dengan Skill Komunikasi.๐Ÿ‘‡

Skill Komunikasi merupakan proses untuk menerima dan mengirimkan pesan diantara dua orang atau lebih, tentunya agar saling memahami. Skill Komunikasi ini berpokus kepada cara kita untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. 

Nah, dalam Public Speaking, Skill Komunikasi terbagi menjadi 3 bagian besar dengan kontribusinya masing-masing, yaitu:

1. Body Language / Gerakan tubuh, kontribusinya 55%

2. Tone of Voice / Vocal, kontribusinya 38%

3. Wording / Pengunaan kata-kata, kontribusinya 7% 


Jadi, betul sekali jika kamu menjawab Body Language. Karena Body Language memiliki kontribusi paling tinggi yaitu 55% diantara yang lainnya. Tetapi, bukan berarti Vocal, dan Penggunaan kata-kata tidak penting yaa. Semua memiliki peranannya masing-masing. Dan persentase yang tadi, dapat membantu memprioritaskan pokus kita dalam mempersiapkan Public Speaking.


Oke, agar lebih jelas kita bahas satu-satu yaa. . .


3 Hal Yang Mendasari Teknik Skill Komunikasi Dalam Public Speaking

1. Body Language / Gerakan Tubuh.

Body Language dapat memberikan kepercayaan diri kepada diri kita sendiri. Dan juga membangun kepercayaan dengan orang lain. Jadi ada dua arah yaa, untuk kita dan juga untuk orang lain.

Nah, ada 5 hal yang perlu diperhatikan dalam Body Language, yaitu: 

a.  Senyum, kenapa penting? karena senyum itu menular. Ketika kita memberikan senyuman kepada orang lain, sekalipun orang itu nggak kenal. Tetapi, itu akan memungkinkan orang senyum balik kepada kita.

b. Eye contact, karena eye contact bertujuan untuk membangun hubungan dan membangun kepercayaan dengan orang yang kita ajak bicara. Coba bayangkan, jika kita berbicara tetapi pandangan kita kemana-mana. Apakah orang akan percaya kepada kita?

c. Sikap tubuh / Posture, karena sikap tubuh yang tegak dan tidak kaku akan menunjukkan tingkat kepercayaan diri kita yang tinggi.

d. Gesture, karena akan membantu kita dalam memberikan visualisasi terhadap apa yang kita sampaikan dalam Public Speaking.

e. Mimik Wajah, karena dapat berkontribusi untuk menunjukkan kepercayaan diri kita, antusiasme, dan emosi dalam melakukan Public Speaking.

2. Tone Of Voice / Vocal

Vocal berhubungan dengan suara yang dimunculkan oleh seorang. Penggunaan Vocal disini, dapat memberikan kontribusi dalam menunjukkan kepercayaan diri kita dan juga membangun emosi dalam Public Speaking yang kita lakukan.

Nah, ada 5 hal penting yang perlu dipokuskan dalam penggunaan Vocal, yaitu:

a. Volume, merupakan tingkat kenyaringan atau kekuatan bunyi suara. Volume kita saat berbicara harus disesuaikan dengan jumlah audiens yang ada. Misalnya, jika jumlah audiens  kurang dari 20 kita dapat mengandalkan kekuatan vocal secara penuh. Tetapi, jika jumlah audiens lebih dari 20 bahkan ratusan, alangkah baiknya jika menggunakan alat bantu seperti mikrofon.

b. Pacing / Kecepatan, ketika melakukan Public Speaking pacing ini dapat menentukan gaya kita dalam berbicara. Pacing dapat ditentukan oleh materi dan audiens yang mendengarkan Public Speaking kita. Nah, jika materinya dirasa terlalu berat kita dapat menggunakan pacing yang lebih lambat. Kenapa? Agar audiens dapat mencerna apa yang ingin kita sampaikan dalam Public Speaking tersebut.

c. Artikulasi, ini adalah kejelasan kita ketika mengucapkan kata-kata di dalam Public Speaking. Jadi AIUEO nya harus jelas yaa, agar informasi yang kita sampaikan dapat dipahami oleh audiens.

d. Intonasi, dapat menunjukkan antusiasme ketika menggunakan intonasi yang tinggi. Intonasi berbeda dengan volume yaa. Maksudnya intonasi ini dapat menggunakan penekanan terhadap hal-hal penting yang mau kita "higlight" dalam Public Speaking.

e. Jeda, penggunaan jeda ini sangat penting. Kenapa? Karena untuk memberikan waktu kepada audiens agar mereka dapat memahami dan juga mencerna mengenai informasi yang kita sampaikan dalam Public Speaking. Jeda juga berfungsi membuat kita menjadi lebih tenang lhoo. . .

Nah, yang terakhir ada๐Ÿ‘‡๐Ÿป

3. Wording / Penggunaan kata-kata 

Dalam Wording / Penggunaan kata-kata yang dibahas itu bukan hanya konten yang akan digunakan dalam Public Speaking. Tetapi lebih berpokus pada kata-kata, pemilihan kata-kata, informal maupun formal, serta penggunaan kata yang Strong / kuat seperti kamu dan juga kita.


So, itu dia 3 Hal Yang Mendasari Teknik Skill Komunikasi Dalam Public Speaking. Dan jangan lupa yaa kalau Body Language memiliki kontribusi paling tinggi untuk Skill Komunikasi dalam Public Speaking

Terima kasih karena kamu sudah meluangkan waktu dengan membaca sejauh ini. Semoga bermanfaat yaa๐Ÿค—

Langkah selanjutnya untuk kamu, yuk untuk coba dipraktikkan. 

Good Luck!

3 Cara Untuk Mengatasi Grogi Saat Public Speaking

BANYAK ORANG YANG NGGAK TAU!๐Ÿ˜ฑ Kamu pernah nggak waktu mau presentasi eh tiba-tiba pas udah di depan malah jadi gugup, grogi, bahkan gemeter...